rajabacklink

KPK: Akibat Pembalakan Liar, Negara Mencapai Kerugian Hingga Rp 35 Trilliun Setiap Tahun

17 Nov 2020  |  58xDitulis oleh : Zona
KPK: Akibat Pembalakan Liar, Negara Mencapai Kerugian Hingga Rp 35 Trilliun Setiap Tahun

Aghil - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat bahwa negara merugi hingga Rp 35 Triliun setiap tahun gara-gara pembalakan liar.

"Buruknya pengawasan menyebabkan negara didera kerugian hingga Rp 35 triliun per tahun akibat pembalakan liar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat Peluncuran Virtual Hasil Kajian KPK dan U4 Anticorruption Resource Centre "Korupsi di Sektor Kehutanan" yang disiarkan akun Youtube KPK, Senin (16/11/2020).

Lalu, KPK menganalilsis bahwa kelemahan dalam pengawasan dalam izin pinjam pakai dapat berpotensi kehilangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akibat pertambangan dalam kawasan hutan. Potensi kerugian tersebut mencapai Rp 15,9 triliun per tahun.

"Ini baru data di Kalimantan, Sumatera, dan Papua saja ditemukan 1.052 usaha pertambangan dalam kawasan hutan yang tidak melalui prosedur pinjam pakai. Dengan buruknya tata kelola tersebut, korupsi menjadi penyakit yang tumbuh subur di dalamnya," ucap Alex.

Selain itu, saat KPK mengkaji tentang kebijakan pengelolaan Sumber Daya Alam sangat rentan dengan korupsi. Dari 21 regulasi yang dikaji oleh KPK, 18 regulasi yang mengatur pemanfaatan hasil hutan kayu dan penggunaan kawasan hutan rentan korupsi.

"Akibatnya, setiap proses perizinan penuh dengan suap, konflik kepentingan, perdagangan pengaruh, pemerasan bahkan state capture corruption," ungkap dia seperti dikutip Antara.

Upaya pemberantasan korupsi di sektor kehutanan, kata dia, menjadi perhatian utama sejak KPK berdiri. Melalui proses penindakan, setidaknya sudah ada 27 kasus yang ditangani KPK yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Salah satu upaya KPK dalam memberantas korupsi di bidang ini adalah dengan adanya Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).

"KPK mendorong perbaikan sistem dan regulasi, monitoring, kepatuhan pelaku usaha, koordinasi dan supervisi, permasalahan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," ujar Alex.

Baca Juga:
Tips Sukses Memulai Bisnis Rumahan

Tips Sukses Memulai Bisnis Rumahan

Tips      

29 Sep 2020 | 107


Sekarang ini banyak orang yang ingin memiliki bisnis sendiri, tetapi terhalang oleh modal yang dibutuhkan. Jalan keluar terbaik adalah memulai usaha rumahan. Untuk memulai bisnis rumahan ...

Tempat Wisata Keren Yang Ada Di Bali

Tempat Wisata Keren Yang Ada Di Bali

Wisata      

15 Jul 2020 | 246


Siapa yang tidak kenal dengan Pulau Bali? Pastinya Semua orang mengetahui dengan namanya Pulau Bali. Ya? Pulau dewata ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal di ...

Belajar Dari Lagu - Sejarah

Belajar Dari Lagu - Sejarah

Nasional      

19 Jun 2020 | 203


Ada banyak lagu-lagu daerah yang masih dilestarikan dan ada nasihat di dalamnya. Kesenian lagu daerah yang tersebar dari sabang sampai merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote tersimpan ...

5 Minuman Jamu yang Bisa Bantu Perangi Covid-19

5 Minuman Jamu yang Bisa Bantu Perangi Covid-19

Kesehatan      

28 Okt 2020 | 78


Aghil - Kebiasaan minum jamu tradisional sudah menjadi budaya sejak dahulu kala di Indonesia. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Beberapa jamu yang biasa kita temukan ...

Parents, Ketahui 5 Peran Pendidikan Keluarga Ini Untuk Anak

Parents, Ketahui 5 Peran Pendidikan Keluarga Ini Untuk Anak

Tips      

1 Jul 2020 | 139


Pendidikan keluarga paling banyak diterima anak sejak lahir. Lingkungan pertama yang ditemui anak adalah keluarga. Jadi segala ilmu pengetahuan dasar, baik akhlak maupun keagamaan ...

Meskipun Mudah, Cara Ini Terbukti Mampu Menjaga Privasi Anda. Nomor 3 Penting!

Meskipun Mudah, Cara Ini Terbukti Mampu Menjaga Privasi Anda. Nomor 3 Penting!

Tekno      

17 Okt 2020 | 82


Aghil - Privasi adalah salah satu hal penting, terutama saat kita menggunakan perangkat smartphone ataupun laptop. Privasi ini tentu perlu dijaga, karena data penting yang ada didalamnya. ...