RajaKomen

KPK: Akibat Pembalakan Liar, Negara Mencapai Kerugian Hingga Rp 35 Trilliun Setiap Tahun

17 Nov 2020  |  11849xDitulis oleh : Zona
KPK: Akibat Pembalakan Liar, Negara Mencapai Kerugian Hingga Rp 35 Trilliun Setiap Tahun

Aghil - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat bahwa negara merugi hingga Rp 35 Triliun setiap tahun gara-gara pembalakan liar.

"Buruknya pengawasan menyebabkan negara didera kerugian hingga Rp 35 triliun per tahun akibat pembalakan liar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat Peluncuran Virtual Hasil Kajian KPK dan U4 Anticorruption Resource Centre "Korupsi di Sektor Kehutanan" yang disiarkan akun Youtube KPK, Senin (16/11/2020).

Lalu, KPK menganalilsis bahwa kelemahan dalam pengawasan dalam izin pinjam pakai dapat berpotensi kehilangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akibat pertambangan dalam kawasan hutan. Potensi kerugian tersebut mencapai Rp 15,9 triliun per tahun.

"Ini baru data di Kalimantan, Sumatera, dan Papua saja ditemukan 1.052 usaha pertambangan dalam kawasan hutan yang tidak melalui prosedur pinjam pakai. Dengan buruknya tata kelola tersebut, korupsi menjadi penyakit yang tumbuh subur di dalamnya," ucap Alex.

Selain itu, saat KPK mengkaji tentang kebijakan pengelolaan Sumber Daya Alam sangat rentan dengan korupsi. Dari 21 regulasi yang dikaji oleh KPK, 18 regulasi yang mengatur pemanfaatan hasil hutan kayu dan penggunaan kawasan hutan rentan korupsi.

"Akibatnya, setiap proses perizinan penuh dengan suap, konflik kepentingan, perdagangan pengaruh, pemerasan bahkan state capture corruption," ungkap dia seperti dikutip Antara.

Upaya pemberantasan korupsi di sektor kehutanan, kata dia, menjadi perhatian utama sejak KPK berdiri. Melalui proses penindakan, setidaknya sudah ada 27 kasus yang ditangani KPK yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Salah satu upaya KPK dalam memberantas korupsi di bidang ini adalah dengan adanya Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).

"KPK mendorong perbaikan sistem dan regulasi, monitoring, kepatuhan pelaku usaha, koordinasi dan supervisi, permasalahan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," ujar Alex.

Baca Juga:
Tips Sukses Memulai Bisnis Rumahan

Tips Sukses Memulai Bisnis Rumahan

Tips      

29 Sep 2020 | 363


Sekarang ini banyak orang yang ingin memiliki bisnis sendiri, tetapi terhalang oleh modal yang dibutuhkan. Jalan keluar terbaik adalah memulai usaha rumahan. Untuk memulai bisnis rumahan ...

Yuk Intip 7 Olahan Ayam Geprek Berikut

Yuk Intip 7 Olahan Ayam Geprek Berikut

Kuliner      

29 Jun 2020 | 518


Ayam geprek ialah sajian kekinian yang bisa ditemukan di restoran ataupun di pinggir jalan. Umumnya di outlet bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Masakan yang sangat diminati ...

8 Cara Merawat Baju Batik Agar Warna Tidak Cepat Pudar

8 Cara Merawat Baju Batik Agar Warna Tidak Cepat Pudar

Fashion      

23 Jun 2020 | 570


Batik sudah menjadi kain yang mendunia dan tersohor di bisnis fashion baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di Indonesia, bahkan sudah ditetapkan hari batik nasional yaitu pada setiap ...

Lagi Cari Bedak Penyerap Minyak, Segara 7  Cek Produk Berikut

Lagi Cari Bedak Penyerap Minyak, Segara 7 Cek Produk Berikut

Tips      

22 Jun 2020 | 521


Bedak penyerap minyak atau yang juga disebut blotting powder  berguna mengontrol minyak dan sebum yang terdapat di wajah. Hal ini berguna untuk menjaga riasan tetap sempurna. Solusi ...

4 Tips Aman Berkendara Motor

4 Tips Aman Berkendara Motor

Tips      

23 Jun 2020 | 421


Saat kita berada di jalan raya, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Tidak hanya keadaan jalan, kendaraan dan keadaan pengendara itu sendiri pun perlu dilihat apakah ada yang salah atau ...

Aneka Potensi Wisata Petualangan Dairi yang Berkesan saat New Normal

Aneka Potensi Wisata Petualangan Dairi yang Berkesan saat New Normal

Wisata      

30 Jun 2020 | 590


Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia yang masuk ke dalam 10 destinasi prioritas. Danau Toba juga termasuk ke dalam 5 destinasi super prioritas di Indonesia. ...