

Isu sensitif yang terus terulang dalam setiap tahunnya adalah perdebatan akan boleh dan tidaknya ucapkan selamat natal oleh ummat islam. Masalah ini menjadi polemik yang tak bisa terelakan menjelang perayaan natal. Meskipun berbagai argumen telah jelas namun kegemaran untuk berdebat menjadi pemicunya.
Namun, ada satu pendekatan yang mungkin jarang dilakukan oleh kita adalah mendengar langsung pandangan masalah ini dari ummat kristiani itu sendiri. Karena justru perdebatan itu terjadi antar ummat Islam sendiri.
Sebuah pernyataan yang diluar dugaan adalah ketika salah seorang sarjana Kristen berbicara isu ini. Ternyata, mereka juga menyatakan keheranannya terhadap tingkah laku umat Islam yang mengucapkan natal kepada orang Kristen.
Hal ini diungkap oleh Dr James White, seorang sarjana Kristen yang kerap terlibat dalam diskusi Islam vs Kristen. Beliau yang antara lain pernah berdialog dengan Dr Yasir Qadhi, menyatakan bahwa ucapkan selamat natal hakikatnya bermasalah untuk diucapkan oleh Muslim.
“Satu pandangan mengenai Krismas; saya tak dapat memahami bagaimana seorang Muslim yang berakal boleh mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada nasrani. Saya tidaklah katakan bahwa kita tidak boleh bersikap toleran dan peramah sesama sendiri (kita malah sedang hidup dalam dunia sekular yang hendak menghapuskan semua hak beragama, lihat sajalah China!)
“Mari kita berlaku jujur: Jika Kristian benar, maka Islam salah, dan begitu jugalah sebaliknya. Dalam ideologi kristen mengakui bukan saja inkarnasi Anak Tuhan, doktrin utama Kristian yang mustahil diterima oleh aqidah Islam, tapi ia juga menyatakan dirinya sebagai Raja segala Raja, penguasa sekalian manusia! Inilah antara sebabnya mengapa golongan sekularis membantah hal tersebut.
“Saya pikir tidak masuk akal bagi saya untuk mengharapkan seorang Muslim menggugurkan kepercayaan mereka untuk mengucapkan “Merry Christmas” kepada saya. Tidak langsung saya dapati ia melukai hati saya” – Dr James White
Maka ternyata pandangan sarjana Kristiani tersebut senada dengan sejumlah besar ulama yang tidak membenarkan ucapan selamat natal. Satu pelajaran yang boleh diambil oleh umat Islam adalah, ketika kita tidak mengucapkan selamat natal sama sekali tidak melukai hati penganut Kristian, karena mereka paham akan terlarangnya perbuatan tersebut menurut islam.
25 Apr 2026 | 6
Dalam era pencarian berbasis kecerdasan buatan, sistem ranking tidak lagi bersifat statis dan reaktif, melainkan semakin prediktif dan dinamis. AI search kini mampu memperkirakan perubahan ...
Bangun Kredibilitas Postingan dengan Jasa Like Facebook Otentik
10 Apr 2025 | 205
Di era digital saat ini, memiliki konten yang menarik dan berkualitas saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan di media sosial, terutama di platform besar seperti Facebook. Strategi ...
Tips Lolos UTUL UGM: Memanfaatkan Sumber Belajar Online secara Optimal
9 Apr 2025 | 233
Menghadapi Ujian Tulis Universitas Gadjah Mada (UTUL UGM) merupakan langkah penting bagi calon mahasiswa yang ingin meneruskan pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik di ...
Menggali Lebih Dalam: Profil Politik Gubernur I Wayan Koster Provinsi Bali
9 Jun 2025 | 154
Profil Gubernur I Wayan Koster Provinsi Bali telah menjadi topik yang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat, terutama di kalangan para pemilih dan pengamat politik. Mengemban jabatan ...
Putusan MA "Menganulir" Kemenangan Jokowi-Amin Dan Penolakan RUU HIP
8 Jul 2020 | 2659
Tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan adanya putusan MA tentang gugatan Pilpres pada tanggal 28 Oktober 2019 dan baru ada bukti uploadnya di tahun sekarang ...
Profil Ashraff Abu: Politisi Muda dari Golkar di Daerah Pemilihan Jawa Tengah X
28 Jun 2025 | 182
Profil Ashraff Abu (Golkar) Daerah Pemilihan Jawa Tengah X tidak hanya menarik perhatian karena perjalanan karier politiknya yang mengesankan, tetapi juga karena latar belakang sosial dan ...